Junaidy Alting Kunjungi Pesantren Halmahera Tengah, Dorong SDM Unggul melalui Pendidikan Islam
Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Junaidy Alting, ST, kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan berbasis pesantren. Pada masa persidangan III tahun 2015, Junaidy melaksanakan kegiatan reses di wilayah daerah pemilihan I, menekankan peran strategis pesantren dalam membentuk karakter generasi muda yang berahlak mulia, berilmu, dan memiliki semangat kebangsaan.
Dalam kunjungannya, Junaidy Alting menekankan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Pesantren memiliki peran ganda: mendidik generasi muda berilmu dan berakhlak, sekaligus membangun fondasi SDM unggul untuk masa depan Halmahera Tengah.
Peran Strategis Pesantren di Halmahera Tengah
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Junaidy menyoroti beberapa kendala utama yang dihadapi pesantren, termasuk keterbatasan anggaran, kekurangan tenaga pengajar, serta fasilitas pendidikan yang masih minim. Menurutnya, tantangan ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pesantren dapat berkembang secara optimal.
Lebih dari sekadar kunjungan formal, Junaidy berinteraksi langsung dengan para ustadz dan ustadzah pengelola pesantren, berdialog dengan guru-guru, serta meninjau kondisi ruang kelas, perpustakaan, asrama, dan fasilitas pendukung lainnya. Kehadirannya secara tiba-tiba di tengah aktivitas pesantren dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap pendidikan di lapangan.
“Kita tidak bisa memahami kebutuhan pesantren hanya dari dokumen atau laporan. Dengan mengunjungi pesantren secara langsung, kita bisa mendengar harapan para pengasuh sekaligus tantangan yang mereka hadapi setiap hari,” ujar Junaidy Alting setelah kunjungannya.
Aspirasi Pesantren yang Diserap
Dalam reses ini, Junaidy Alting menyerap sejumlah aspirasi penting, antara lain:
- Peningkatan alokasi anggaran APBD untuk mendukung bantuan operasional, renovasi fasilitas, dan pelatihan tenaga pendidik.
- Pendampingan dan pelatihan pengelola pesantren, khususnya dalam manajemen keuangan, kelembagaan, dan pengembangan program pendidikan berkelanjutan.
Junaidy menekankan, “Pesantren adalah blueprint karakter bangsa. Untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, berahlak, dan mandiri, kita harus berinvestasi secara serius dan berkelanjutan pada lembaga pendidikan ini.”
Reses DPRD sebagai Wadah Penyerapan Aspirasi Masyarakat
Reses DPRD tidak hanya menjadi sarana mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang dialog langsung yang membangun sinergi antara pemerintah, pesantren, dan warga. Dengan pendekatan ini, aspirasi pesantren dapat dijadikan dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam pembangunan pendidikan dan SDM di Halmahera Tengah.
Kunjungan Junaidy Alting sebagai Langkah Nyata
Kunjungan ke pesantren di Weda dan Weda Selatan menunjukkan komitmen nyata Junaidy Alting dalam memperkuat Pendidikan Islam di daerahnya. Dengan fokus pada peningkatan fasilitas, kapasitas tenaga pendidik, dan pengembangan program pendidikan berkelanjutan, pesantren diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan SDM unggul di Halmahera Tengah.
Pendekatan ini bukan sekadar simbol politik, tetapi langkah konkret untuk memahami kondisi pendidikan secara menyeluruh dan memastikan generasi muda Halmahera Tengah siap menghadapi tantangan masa depan.
